Jumat, 05 Juni 2009

Hidroponik Rakit Apung

HIDROPONIK RAKIT APUNG

Hidroponik berasal dari bahasa Yunani, Hydroponic, dimana hydro berarti air dan ponous berarti kerja. Sesuai arti tersebut, bertanam secara hidroponik merupakan teknologi bercocok tanam yang menggunakan air, nutrisi, dan oksigen. Tak jarang bertanam hidroponik dijadikan hobi pengisi waktu luang bagi sebagian orang. Bahkan tak sekedar hobi, ada juga kemudian yang melanjutkan hingga menjadi bisnis. Hidroponik biasa digunakan untuk menanam sayur dan buah. Bahkan beberapa tanaman sayur dan buah telah umum ditanam secara hidroponik. Sebut saja paprika, timun mini, tomat, dan sayuran hijau.



Ada beberapa keuntungan yang diyakini bisa didapat dari bertanam secara hidroponik dibandingkan bertanam secara konvensional (bertanam biasa di tanah). Ambil saja salah satu contoh, bertanam paprika secara hidroponik. Pertama, produksi per tanaman lebih besar dan kualitas lebih baik. Selain itu lahan dapat ditanami paprika sepanjang tahun, jika ditanam di tanah harus ada rotasi tanaman. Kehilangan setelah panen lebih kecil dibandingkan bertanam secara konvensional. Sementara harga lebih tinggi dan relatif konstan, tidak mengenal musim. Tanaman yang dibudidayakan dengan hidroponik juga lebih mudah terhindar dari erosi dan kekeringan. Dengan perawatan intensif, satu tanaman pada sistem hidroponik dapat menghasilkan lebih banyak dari pada ditanam konvensional. Panen dengan cara hidroponik juga terbilang lebih cepat dibandingkan dengan cara konvensional, karena para petani tidak perlu waktu terlalu lama untuk menunggu masa tanam atau masa panen.
Hidroponik atau bercocok tanam tanpa tanah ini bermula dari penelitian tentang kebutuhan nutrisi tanaman agar bias tumbuh dengan optimal. Seiring dengan perkembangan waktu ternyata hidroponik bisa dikembangkan pada skala hobi maupun skala komersial. Itu karena hidroponik menawarkan solusi atas masalah yang timbul pada pertanian konvensional, sebagai contoh:
1. Pada pertanian konvensional dibutuhkan tanah yang luas dan subur. Dengan sistem hidroponik cukup pada lahan
2. sempit dan bisa diupayakan dimana saja asal tersedia cukup air, sinar matahari dan udara walaupun di atap gedung pun.
3. Kebutuhan tenaga kerja yang relatif kecil karena semua bisa dimekanisasi dan otomatisasi.
4. Hama dan penyakit bisa dikendalikan karena tanaman berada dalam lingkungan yang kontrolable (bisa dikendalikan manusia/tidak bergantung alam).
5. Produk hidroponik lebih sehat karena semua menggunakan komponen yang bebas kontaminasi mikroorganisme dan pestisida.
6. Usia tanaman sampai masa panen bisa diperpendek dan masa panen bisa diperpanjang

Hampir semua tanaman bisa dibudidayakan dengan sistem hidroponik, mulai dari bunga, sayuran daun, buah-buahan dan juga umbi-umbian. Jika dilihat dari media tanam ada dua macam hidroponik yaitu hidroponik metode subtrat dan hidroponik metode non subtrat. Salah satu contoh hidroponik metode non subtract adalah hidroponik rakit apung. Disebut rakit apung karena cara penanamannya dengan cara diapungkan diatas larutan nutrisi. Sebagi pengapung digunakan styrofoam. Hidroponik dengan cara ini dapat diterapkan oleh siap saja karena sangat mudah. Tanaman dapat ditempatkan dimana saja, yang penting pada saat hujan tanam tidak kehujanan. Kalau kehujanan larutan nutrisi akan menjadi lebih encer dari yang seharusnya. Sebagaimana sudah diketahui bahwa untuk pertumbuhannya tanaman memerlukan sinar matahari. Dalam satu hari tanaman minimal membutuhkan 5 jam penyinaran tetapi dengan intensitas yang rendah. Sinar matahari yang terik tidak baik untuk tanaman.



Tempat penanaman menggunakan bak kayu yang berukuran (p x l x t ) 50 cm x 50 cm x 15 cm. Agar tidak bocor bak kayu dilapisi dengan plastik. Untuk menghindari dari gangguan keong atau bekicot, bak tanam ditempatkan diatas rak. Ketinggian reak disesuaikan dengan kebutuhan. untuk kenyamanan kerja tinggi rak sekitar 80 cm.
Pada sistem hidroponik rakit apung, media yang digunakan adalah air yang mengandung unsur hara. Dalam dunia hidroponik biasa disebut larutan nutrisi. Larutan nutrisi ini mengandung semua unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman yang terdiri dari unsur hara makro dan unsur hara mikro. Larutan nutrisi ini dapat dibuat sendiri, tetapi untuk mendapatkan bahan-bahannnya terkadang tidak selalu tersedia, oleh sebab itu para peminat hidroponik untuk skala hobi sebih suka menggunakan pupuk hidroponik yang sudah jadi.
Pupuk hidroponik selalu terdiri dari dua bagian yaitu bagian A dan bagian B. Pembagian ini harus dilakukan karena pada masing-masing bagian mengadung unsur hara yang tidak boleh tercampur dalam keadaan pekat. Bila tercampur maka akan terjadi endapan. Pencapuran hanya boleh dilakukan dalam kondisi yang sangat encer yang siap diberikan ke tanaman.



Bibit tanaman yang siap dipindahkan ke bak penanaman. Bibit ini disemai pada media rockwool. Ukuran media semai 1.5 cm x 1.5 cm x 1.5 cm. Untuk caisim, pakcoy dan selada, bibit sudah dapat dipindahkan setelah 5 - 7 hari setelah semai. Pada hari pertama sampai hari ketiga, tempat persemaian ditutup dengan plastik agar udara di dalamnya menjadi hangat sehingga benih akan lebih cepat berkecambah. Setelah benih tumbuh menjadi kecambah yang ditandai dengan munculnya bakal daun, plastik penutup harus dibuang. Agar tidak terjadi etiolasi (bibit tumbuh menjadi panjang tapi kurus) pesemaian harus mendapat sinar matahari yang cukup, namun harus dihindari terkena sinar matahari langsung. Sebelum bibit dipindahkan ke bak penanam, terlebih dahulu harus disiapkan styrofoam yang sudah dilubangi dengan ukuran yang sesuai dengan ukuran media semai (ukuran media semai 1.5 cm x 1.5 cm x 1.5 cm). Bentuk lubang tanam pada styrofoam tidak harus segi empat seperti bentuk media semai, melainkan cukup berbentuk bulatan. Lubang tanam bisa dibuat dengan menggunakan pipa PVC 1/2". Agar hasilnya bagus, pinggiran lubang mulus, pipa ditekan sambil diputar. Jarak antar lubang tanam pada styrofoam 15 cm x 15 cm. Jarak ini tergantung pada lebar tajukan tanam. Sedangkan ukuran styrofoan disesuaikan dengan ukuran bak tanam. Tebal styrofoam sebaiknya 1.5 - 2 cm. Kalau tipis akan mudah patah pada saat diangkat. Bibit caisim umur 7 hari yang siap dipindahkan ke lubang tanam pada Styrofoam.
Media tanam/semai berupa rockwool yang belum dipotong dan disebut slab rockwool. Slab rockwool berukuran 100 cm x 150 cm x 75 cm. Rockwool ini terbuat dari batuan vulcanic. Batuan ini dipanaskan pada suhu 16000 C sehingga meleleh seperti lava. Dalam bentuk lava ini disentrifugal sehingga keluar serat-serat. Kumpulan serat-serat inilah yang menjadi rockwool. Selintas nampak seperti busa. Slab rockwool yang sudah dipotong untuk dijadikan media semai. Satu bantang slab rockwool dapat menghasilkan 1500 - 2000 biji media semai. Satu biji media semai ditanami dengan satu benih.

sumber : http://ferti-mix.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar