Senin, 18 Mei 2009

Media Tanam

MEDIA TANAM

TUJUAN

Mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan kualitas bibit.

TINJAUAN PUSTAKA

Media tanam merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap perbanyakan tanaman dan pertumbuhan awalnya. Agar pertumbuhan bibit dapat baik, media tanam diharapkan mempunyai sifat-sifat sebagai:
• Media hendaknya gembur agar pertumbuhan akar tidak terganggu dan akar dapat leluas menembus.
• Kelembaban media harus cukup dan ini dapat diatasi dengan penyiraman, karena air sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.
• Media hendaknya bersifat sarang sehingga oksigen dapat masuk untuk memenuhi kebutuhan tanaman.
• Media hendaknya bebas dari gulma, nematoda dan berbagai penyakit.
• Sebaiknya kadar salinitas rendah.
• Media hendaknya mengandung hara yang diperlukan bagi tanaman.
Berdasarkan persyaratan tersebut diatas maka media yang digunakan adalah pasir, tanah, sekam padi, dan pupuk kandang (Sumiarsih, 1999).
Media tanam berfungsi sebagai tempat akar melekat, mempertahankan kelembaban dan sebagai sumber makanan. Media yang baik dapat menyimpan air untuk kemudian dapat dilepaskan sedikit demi sedikit dan dimanfaatkan oleh tanaman (Budiyati,1994). 
Meskipun kerusakan tanah dapat dicegah dengan memperbaiki struktur tanah tetapi penggunaan pestisida dan conditioner dalam sekala besar tidak dapat dibenarkan. Hal ini dapat mempengaruhi dalam hal konservasi tanah dan penyerapan nutrisi dalam tanah. Dengan pupuk organik tanah tidak akan miskin hara dan tanaman akan memperoleh keuntungan dengan menyerap nutrisi dari dalam tanah (Buurman,1980).
Unsur-unsur yang penting dan harus tersedia adalah N,P,K. N berfungsi mempercepat pertumbuhan klorofil ,menambah lebar daun, besarnya benih. Dosis yang digunakan tergantung pada varietas benih dan keadaan tanah. Pupuk P berfungsi untuk pembentukan akar, pertumbuhan tanaman, menstimulasi pembentukan buah dan mempercepat panen. Unsur P berpengaruh untuk kandungan total benih terutama dalam bentuk Fitin. Fitin berfungsi sebagai cadangan fosfor dan untuk pemeliharaan energi yang diperlukan untuk perkecambahan (Anderson dan Bernard, 1952).
Media tanam dapat didefinisikan sebagai kumpulan bahan atau substrat tempat tumbuh benih yang disebarkan atau ditanam. Media tanam banyak macam ragamnya, dapat merupakan campuran dari bermacam-macam bahan atau satu jenis bahan saja asalkan memenuhi beberapa persyaratan, antara lain cukup baik dalam memegang air, bersifat porous sehingga air siraman tidak menggenang (becek), tidak bersifat toksik (racun) bagi tanaman, dan yang paling penting media tanam tersebut cukup mengandung unsur-unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman (Widarto, 1996).
Disamping memberikan dukungan secara fisik pada tanaman, tanah merupakan sumber mineral dan air bagi tanaman. Kondisi tanah dan mineral dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Lingkungan atmosfer harus tersedia pada kedalaman yang cukup dalam tanah sehingga akar tanaman dapat memperoleh oksigen yang dibutuhkan untuk respirasi secara langsung dari udara (Villareal dan Donald, 1969).
Pemberian pupuk kandang yang berupa pupuk kotoran ayam diharapkan akan dapat membantu menetralkan pH tanah, menetralkan racun akibat adanya logam berat dalam tanah, memperbaiki struktur tanah menjadi lebih gembur, membantu penyerapan hara dari pupuk kimia yang ditambahkan, membantu mempertahankan suhu tanah sehingga fluktuasi tidak tinggi, mendorong kehidupan jasad renik, dan sebagai sumber unsur mikro yang dibutuhkan tanaman, sehingga keseimbangan unsur hara di dalam tanah menjadi lebih baik. Semakin baiknya kondisi fisik tanah dan semakin meningkat kandungan unsur hara di dalam tanah menyebabakan laju pertumbuhan fotosintesis meningkat dan tersedia fotosintat yang cukup untuk meningkatkan jumlah polong isi per tanaman (Nurjen, 2002).




III. METODOLOGI

Bahan yang dipergunakan pada yang membahas tentang media tanam adalah biji kacang hijau (Vigna radiata), tanah, pasir, dan pupuk kandang. Sedangkan alat yang kita pergunakan adalah ember plastik/pot/polibag, cetok, oven, dan penggaris.
Cara kerja pada praktikum kali ini adalah dipersiapkan media tanam yang akan digunakan yaitu:
• Tanah
• Tanah+pupuk kandang ( pukan ) 2:1
• Tanah+pukan + pasir 1:1:1
Ember/polibag/pot diisi dengan media tanam yang telah disiapkan dengan berat yang sama (± 2 cm dari permukaan pot), masing-masing sebanyak dua ulangan. Media tanam dibasahi dengan air sampai kapasitas lapang. 10 biji ditanam pada pot dan dilakukan pemeliharaan perkecambahan diamati tiap hari selama satu minggu. Kemudian penjarangan dilakukan pada awal minggu kedua, disisakan 3 tanaman yang pertumbuhannya relatif sama. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah daun dan tinggi tanaman setiap 2 hari selama dua minggu. Dilakukan pemanenan, berat basah (BB) shoot dan root ditimbang untuk masing-masing perlakuan. Lalu dioven selama 3 hari, berat kering (BK) shoot dan root ditimbang. Kemudian dilakukan perhitungan GB dan IV. Dibuat Grafik GB dan IV, TT dan jumlah daun vs hari pengamatan serta histogram BB dan BK untuk shoot and root.


DAFTAR PUSTAKA

Anderson, B dan Bernard S. 1952. plant physiology. D Van Nostrand Company, Jepang. Second edition.

Budiyati, H. S., Arifin, N. Anshori. 1994. Pengaruh beberapa media tanam dan jenis waktu pemberian air pada saat penyampaian terhadap bibit anggrek Dendrobium. Buletin Agronomi 15 (3) : 61-75.

Buurman, P. 1980. Red Soils in Indonesia. Soil Research Institute. Bogor. 

Nurjen, M., Sudiarso, dan Agung N. 2002. Peran pupuk kotoran ayam dan pupuk nitrogen (urea) terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau (Phoseolus radiatus L.) varietas sriti. Agrivita 24 (1): 1-8

Sumiarsih, N., Setyawati, N., Wandyatmoko, J. 1999. Pengaruh media terhadap pertumbuhan setek buluh bambu kuning. Duta Farming 17 (3) : 2 – 4

Villareal, R. L. and Donald H. W. 1969. Vegetable Training Manual. The Departments Of Agricultural Communications, Laguna

Widarto, L. 1996. Perbanyakan Tanaman Dengan Biji, stek, Cangkok, Sambung, Okulasi dan Kultur Jaringan. Kanisius. Yogyakarta. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar