Senin, 18 Mei 2009

Perbanyakan Vegetatif

PERBANYAKAN VEGETATIF


TUJUAN

Untuk memperoleh sifat-sifat tanaman yang lebih baik dibandingkan kedua tanaman induknya.


TINJAUAN PUSTAKA

Pada tumbuhan, kuncup atau cabang mungkin membentuk akar. Sebaliknya, sepotong akar mungkin menumbuhkan batang. Dalam kedua hal, sebuah tumbuhan baru akhirnya mungkin terbentuk. Banyak tubuhan berbiak dengan cara demikian tanpa bantuan manusia. Beberapa macam cocor bebek (Bryophyllum) membentuk kuncup-kuncup pada tepi daunnya. Kuncup-kuncup kemudian kemudian mengeluarkan akar, dan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Pada beberapa spesies kuncup dibentuk setelah daunnya terpatahkan dari batang, tetapi pada spesies lainnya kuncup dibentuk sewaktu daun masih melekat pada batang (Anonim,1981).
Grafting yaitu proses menyambung atau menempel dua bagian dari tanaman yang berbeda sehingga tumbuh menjadi satu tanaman. Salah satu contohnya ialah whip grafting,metode ini digunakan pada batang bawah (stock) yang tidak terlalu besar,yaitu berdiameter maksimal ¾ inch. Sebaiknya antara stock dan scion (batang atas) sama besar atau stock lebih besar sedikit.Cara penyambungannya adalah belah stock secara vertikal ke bawah sepanjang 1,5cm lalu batang scion dibentuk huruf V agar bisa dimasukkan ke dalam stock yang sudah dibelah tadi.Terakhir kurangi jumlah daun scion sehingga menjadi satu daun dan dipotong setengahnya lalu seluruh scion ditutup plastik transparan dan diikat pada sambungan antara scion dan stock tadi (Anwarudin et al.,1987).
Banyak tanaman yang mengembangkan bermacam-macam proses reproduksi yang tidak melibatkan proses gamet maupun spora. Dalam reproduksi vegetatif ini, tanaman baru biasanya tumbuh dari beberapa bagian multisel induk yang mengandung jaringan meristem. Dalam banyak tanaman, pemotongan kecil dari cabang atau batang dapat mengeluarkan akar yang tidak direncanakan dan berkembang menjadi tanaman baru. Dan dalam beberapa kasus, sehelai daun atau bahkan sebagian dari daun dapat melakukan hal yang sama (Marsland,1964).
Tumbuhan berkembang biak dengan cara yang berbeda. Ada yang berkembang biak dengan cara generatif (pembiakan seksual) dan cara vegetatif (pembiakan aseksual). Pekembangbiakan secara generatif, terjadi pembuahan terlebih dahulu. Sedangkan perkembangbiakan vegetatif tidak terjadi pembuahan terlebih dahulu. Pada perbanyakan vegetatif, umumnya batang lebih penting daripada bagian tumbuhan yang lain. Pada beberapa tanaman yang berkembang biak secara vegetatif terjadi pertumbuhan yang normal dan perkembangannya. Ketika tanaman membentuk stolon atau rhizoma, bagian yang lebih tua yang telah mati akan meninggalkan cabang terisolasi tersebut sebagai tanaman yang terpisah (Whaley,1964).
Penyambungan merupakan sistem perbanyakan secara vegetatif yang menggunakan batang bawah dan batang atas dari satu famili. Menurut Wudianto (1988), cara penyambungan dilakukan karena lebih efektif dan efisien dan mempunyai keuntungan lain, diantaranya mengekalkan sifat-sifat klon yang baik yang tidak dilakukan oleh pembiakan vegetatif lain, dapat memperoleh tanaman yang kuat karena batang bawahnya tahan terhadap keadaan tanah yang tidak menguntungkan, tahan terhadap temperatur yang rendah, atau gangguan-gangguan lain yang terdapat di dalam tanah, memperbaiki jenis-jenis tanaman yang telah tumbuh, sehingga jenis yang tidak diinginkan dapat diubah dengan jenis yang dikehendaki dan dapat mempercepat berbuahnya tanaman (Sumberini dan Riyanto, 1999).


METODOLOGI

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu cutter untuk memotong maupun mengerat bagian tubuh tanaman yang digunakan dalam praktikum, plastik yang digunakan sebagai sungkup, tali untuk menali, dan polybag sebagai tempat dari media tanam. Sedangkan tanaman yang digunakan sebagai bahan praktikum yaitu tanaman puring (Codiatum variegatum) untuk percobaan sambung pucuk dan cangkok serta tanaman lidah mertua (Sansiviera sp) yang digunakan untuk stek daun.
Pada percobaan sambung pucuk mula-mula dipilih dua tanaman dengan batang yang berukuran sama besar dan mempunyai hubungan kekeluargaan yang dekat. Setelah itu kemudian dipotong bagian pucuk untuk scion/entries 10 - 20 cm tergantung pada besarnya batang. Apabila scion berdaun banyak, dikurangi dengan cara memotong daun setengahnya. Bagian pangkal dipotong membentuk huruf V. Tanaman kedua yang telah dipotong ujungnya digunakan stock. Stock dibelah ke bawah (di tengah-tengah) sepanjang 1-2 cm tergantung pada besarnya batang. Kemudian disisipkan scion ke dalam stock lalu diikat dengan tali. Pengikatan harus kuat supaya kambium kedua bagian dapat menyatu, setelah itu penyambungan tadi disungkup dengan plastik dan diikat tali (tidak pelu kuat-kuat) supaya kelembaban terjaga. Selanjutnya mulai hari ke tiga diamati entries layu atau tidak sampai hari ke tujuh. Setelah sambungan berumur kurang lebih 14-21 hari tali dapat dilepas.
Stek batang dilakukan dengan dipilihnya bagian tanaman yang akan digunakan stek dengan panjang kira-kira 5 cm dengan menyisakan satu daun saja. Kemudian bagian pangkalnya dengan sudut kemiringan 450. Lalu ukuran daun dikurangi dengan memotongnya hingga ½ bagian. Setelah itu disiapkan media tanam dan dimasukkan bahan tanam berupa stek tadi ke dalam lubang tanam yang telah dibuat lalu dimasukkan polybag yang telah ditanami tadi ke dalam sungkup plastik. Selanjutnya tanaman dipelihara dengan menjaga agar media tanam selalu berada pada kapasitas lapang. Setelah satu bulan, keberhasilan penyetekan stek diperiksa yang hidup ditandai dengan hidupnya tanaman hasil penyetekan dan munculnya akar.
Pembiakan vegetatif yang terakhir adalah stek daun. Dapat dilakukan dengan cara dipilihnya daun tanaman yang memenuhi syarat untuk distek dan dipotong melintang menjadi tiga bagian yaitu bagian ujung, tengah, dan pangkal. Ditancapkan potongan-potongan daun tadi pada media tanam yang telah disiapkan sebelumnya. Selanjutnya tanaman dipelihara dengan menjaga agar media tanam selalu berada pada kapasitas lapang. Setelah satu bulan, keberhasilan penyetekan diperiksa yang ditandai dengan segarnya potongan dan tumbuhnya akar. Masing-masing percobaan dibuat tiga ulangan.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 1981. Biologi Umum III. Gramedia. Jakarta.

Jawal, Anwarudin dan Sunarjono, Hendro. 1987. Pengaruh panjang entris pada perbanyakan sambung pucuk terhadap keberhasilan beberapa varietas durian.Buletin Penelitian Holtikultura.

Marsland, Douglas.1964. Principles of Biology. Fourth edition. Holt, Rinehart and Wiston. New York

Sumberini dan A. Riyanto , 1999. Pengaruh umur batang bawah sirsak (Annona Muricata L.) dan macam batang atas sirkaya (Annona squamosa L.) terhadap pertumbuhan bibit sambung pucuk. Bullaz. 6 ( 14 ) : 98 – 104.

Whaley, W. Gordon.1964. Principles of Biology. Third edition. Harper and Row,Publishers. New York

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar